Tampilkan postingan dengan label Kecantikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecantikan. Tampilkan semua postingan

2014-09-18

Mengapa Manusia Menua

Apakah anda pernah berfikir mengapa anda menjadi tua? Semakin usia bertambah, maka tanda-tanda penuaan muncul. Para ahli kemudian melakukan banyak penelitian untuk mengetahui mengapa bisa terjadi tua. Ketika seorang menjadi tua, kulit kehilangan keelastisannya. Hal ini disebabkan struktur protein di lapisan bawah kulit menjadi sensitif dan lemah, padahal protein ini merupakan bahan baku ”rangka tubuh”. Hal ini kemudian menyebabkan keriput dan garis-garis. Fungsi dari kelenjar minyak di lapisan atas kulit melambat, menyebabkan kekeringan akut. Pada akhirnya, tubuh terekspos pada pengaruh di luar tubuh karena sifat yang dapat ditembus dari kulit meningkat.

Ternyata gejala penuaan tidak hanya sebatas itu. Orang-orang tua lebih mudah kehilangan fungsi indera karena sel syaraf berhenti memperbarui diri setelah usia tertentu. Orang-orang tua mengalami disorientasi ruang karena melemahnya indera penglihatan sebagai respon dari intensitas cahaya. Hal ini sangat penting karena berarti ada batasan dari penglihatan yaitu kejelasan warna, posisi dan dimensi benda menjadi samar. Hal seperti itu, tentu saja, situasi sulit untuk diadaptasi orang-orang tua.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa proses tua erat kaitannya dengan sel telomerase yang merupakan deretan gen di ujung kromosom. Telomerase ini berfungsi menyuruh sel membuat sel baru. Sel baru ini dipakai untuk mengganti sel rusak. Ketika manusia masih muda, ukuran telomerase masih panjang.

Namun ketika memasuki usia 20 tahun, telomerase mulai menjadi pendek. Nah, jika telomerase memendek, maka perintah membuat sel baru jadi berkurang. Contohnya setelah umur 20 tahun sel kulit manusia berkurang satu persen, produksi minyak di kulit berkurang, dan jumlah darah yang dikirim ke otak berkurang. Setiap hari telomerase terus memendek. Akibatnya, manusia jadi keriput dan pikun saat usia tua.

Namun, dalam sel manusia normal, aktivitas telomerase adalah regulasi yang sangat ketat, dan hanya dalam sel hematopoietik, sel batang dan sel-sel germinal, sel-sel ini terus-menerus harus membagi antara klon hanya dapat dideteksi dengan aktivitas telomerase . Ketika sel-sel matang, badan yang bertanggung jawab membutuhkan berbagai organisasi yang berbeda, tugas mereka, oleh karena itu, aktivitas telomerase secara bertahap akan hilang.

Sel dapat terus membagi clone sendiri turun tidak penting, tetapi diferensiasi dan pematangan sel-sel akan menanggung misi yang lebih penting adalah untuk membuat jaringan dan organ berfungsi, sehingga kelangsungan hidup. Kemajuan baru dalam penuaan penelitian hari ini - telomere, maka pada akhirnya metode yang digunakan untuk mendapatkan efek anti-penuaan?

Pertama, mengurangi tingkat metabolisme tubuh, makan minum kurang. Jika lampu minyak, titik api kecil terlalu lama, api titik besar terlalu pendek. Hayflick ini membatasi dan berkaitan dengan panjang telomer. Tingkat metabolisme, peningkatan frekuensi pembelahan sel, telomere mempersingkat harapan hidup pendek.

Kedua, penggunaan obat-obatan untuk merangsang sel-sel batang tubuh (cara untuk menjaga sel-sel potensial), untuk menebus hilangnya penuaan sel.
selengkapnya...

2014-09-16

Keriput, Mitos atau Fakta?

Siapa sih ingin menua?kalau ada saja satu garis kerutan di wajah, wanita pasti langsung panik bukan kepalang. Terlebih jika garis kerutan ini muncul saat usia masih 20-an. Penuaan dini tentu saja akan mengganggu mood kerja maupun acara kencan anda di akhir pekan. Banyak mitos yang menceritakaan fakta tentang keriput.

Eitss tunggu dulu, itu baru mitos, bukan fakta nyata yang bisa dipercaya kebenarannya. Berikut ini kita pelajari lebih jauh tentang keriput dan singkirkan mitos yang tidak benar tentang keriput. Jadi, Anda tahu apa yang harus dilakukan.

Mitos: Keriput hanya terjadi saat kita sudah tua.
Fakta: Sebenarnya mitos ini tidak sepenuhnya benar.  Proses penuaan dini pada umumnya dimulai saat usia memasuki 25 tahun. Ini ditandai dengan menurunnya elastisitas kulit dan  kolagen. Akan tetapi, dengan gaya hidup sehat dan perawatan yang rutin, maka  akan menghambat tanda-tanda penuaan dini. Sebaiknya mulailah merawat kulit sejak dini dan hindari melakukan kebiasaan  buruk pada kulit.

Mitos: Tertawa mencegah keriput
Fakta: Ternyata dengan kebahagiaan membuat kita awet muda. Tertawa ternyata mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun kita dilarang untuk tertawa terlalu ekspresif. Pasalnya dapat menyebabkan gerakan otot wajah yang berlebihan. Apalagi bila otot yang terus bergerak ini diiringi penipisan struktur kulit karena pengaruh usia, maka akan menimbulkan bekas lekukan kulit yang disebut keriput mekanis, yang umumnya terjadi di sekitar dahi dan mata.

Mitos: Tidur tengkurap bisa menyebabkan keriput.
Fakta: Ternyata benar bahwa posisi tidur yang salah juga ikut andil memicu terbentuknya keriput. Jika Anda sering tidur dengan posisi miring atau tengkurap, risiko munculnya kerutan di wajah akan lebih besar karena gesekan dan gaya gravitasi. Jadi, sebaiknya tidurlah dalam posisi telentang.

Mitos: Keriput itu menurun dari orangtua kita.
Fakta: Memang benar bahwa faktor genetis cukup berperan dalam terbentuknya keriput. Jadi salah satu cara untuk memprediksi keriput yang akan timbul pada Anda adalah dengan melihat orangtua atau kakek dan nenek Anda. Jika mereka memiliki gen kulit kering dan kerutan di sekitar mata, kemungkinan besar Anda  akan memiliki kecenderungan yang sama.

Mitos: Orang yang lebih banyak beraktivitas di luar lebih cepat  keriput daripada orang yang bekerja kantoran.
Fakta: Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Keduanya memang berisiko tinggi menyebabkan kulit keriput. Paparan sinar matahari memang jahat untuk kulit, namun bekerja di dalam ruangan, terutama yang ber-AC juga dapat menghilangkan kelembaban kulit dan memicu kulit menjadi keriput. Apalagi sering kali Anda tidak sadar, karena sejuk, Anda lupa mengenakan pelembap kembali. Oleh karena itu, bekerja di dalam maupun di luar ruangan, ingatlah untuk selalu melindungi kulit dengan sunscreen atau pelembap agar tekstur kulit tetap terjaga.

Mitos: Kulit orang Asia lebih cepat berkeriput daripada orang  kulit putih.
Fakta: Tidak benar. Sebenarnya, justru kulit orang Kaukasia yang lebih rentan terhadap keriput daripada kulit orang Asia. Hal itu karena struktur kulit orang Asia cenderung tebal dan berminyak. Memang orang Asia berada di lingkungan iklim yang sebagian besar tropis dan terkena radiasi sinar ultraviolet yang lebih banyak. Tapi untungnya, kelembapan tropisnya juga cukup tinggi sehingga kulit pun ikut terjaga kelembapannya.

Mitos: Keriput lebih banyak dialami oleh orang yang diet dan kurus.
Fakta: Benar bahwa diet yang salah hingga menyebabkan kurangnya asupan gizi dapat berhubungan dengan terjadinya kerutan pada kulit. Berkurangnya asupan gizi menyebabkan turunnya kadar vitamin, protein, dan mineral yang diserap oleh tubuh sehingga sistem imunitas juga ikut turun. Padahal, zat-zat tersebut bertanggung jawab penuh dalam proses penggantian sel kulit yang rusak serta menjaga elastisitas dan kelembapan kulit. Jadi, perkaya konsumsi makanan dan buah-buahan yang mengandung antioksidan dan juga vitamin C.

Mitos: Memiliki masalah penglihatan ikut andil menimbulkan kerutan di dahi.
Fakta: Mitos ini benar. Biasanya, orang yang memiliki kendala dalam melihat akan melakukan kompensasi dengan memicingkan mata. Otomatis, otot-otot yang berada di sekitar mata, dahi, dan di antara alis akan bekerja keras secara berulang kali. Ini akan menimbulkan kerutan yang  makin parah, jika masalah penglihatan tidak segera diatasi. Sebaiknya, begitu Anda merasa sulit melihat, segera pakai kacamata yang tepat sehingga otot di sekitar mata dan dahi dapat relaks kembali.

Mitos: Paling ampuh menghilangkan kerutan dengan botox.
Fakta: Hal ini tidak benar. Hati-hati memilih metode perawatan kulit Anda yang keriput. Meskipun sekarang semua serba instan,  Anda harus bijak dalam menangani kerutan pada wajah. Kenali jenis keriputnya dan sesuaikan dengan usia Anda. Untuk keriput yang dangkal, atasi dengan krim antiaging. Untuk kerutan yang lebih dalam, metode chemical peeling dan mikrodermabrasi pilihan yang pas. Metode botox dan bedah surgical bisa menyulap kulit Anda, namun  prosedurnya juga memiliki indikasi dan konsekuensi yang lebih tinggi. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Mitos: Keriput tidak dipengaruhi hormon, namun dipengaruhi oleh kadar kelembapan kulit.
Fakta: Salah besar. Keriput dipengaruhi oleh beberapa hormon di tubuh kita. Terutama hormon kortisol yang biasa dihasilkan pada saat stres. Penurunan hormon estrogen juga berpengaruh terhadap timbulnya kerutan pada kulit wanita. Pada pria, hormon testosteron  juga ikut berperan dalam memicu keriput pada kulit, namun tidak sebesar pengaruh hormon estrogen pada wanita.

Sudah tahukan mana yang mitos dan yang fakta tentang keriput. Semoga informasi ini bermanfaat untuk semakin mempercantik diri kamu dan dapat mencegah dari keriput dan penuaan dini.
selengkapnya...

2014-09-15

Dandan Ala Para Ahli Kecantikan

Siapa sih yang tidak mau cantik? Setiap wanita lahir dengan kecantikan lahiriah masing-masing. Berbagai penelitian dilakukan, sekolah kecantikan di dirikan dan berbagai cara dilakukan demi mendapatkan mahkota kebangkaan wanita ini. Kemudian dengan berbagai penelitian muncul beragam tips-tips bagaimana mendapatkan kecantikan ini.

Lalu sebenarnya bagaimana para ahli kecantikan memelihara kecantikan mereka. Yuk intip perawatan wajah yang dilakukan oleh para ahli kecantikan dalam kesehriannya.

1. Pandangan Segar
Mata merupakan jendela hati. Meski sudah kelelahan sepanjang hari, namun para ahli tetap mengutamakan kesegaran mata untuk terlihat tampil prima. dr. Shannaz Nadia Yusharyahya SpKK, MHA, selalu mengatasi efek kelelahan dimatanya dengan mengompresnya usai menjalankan aktivitas yang melelahkan. Caranya dengan mengompreskan mentimun ke dua matanya selama 10 menit. Dua potong mentimun yang sudah dicuci bersih dengan air dingin. Buah mentimun yang berkadar air tinggi dapat membuat otot mata lebih relaks selama mata beristirahat sambil terpejam.

2. Kelembapan Utama
Perawatan lain juga dilakukan oleh dr. Deby Vinski, AAMS. Baginya kelembutan kulit menjadi hal yang penting. Ia selalu melakukan scrub dan masker setiap 2 kali seminggu. Scrub yang dipilih biasanya dari buah stroberi yang mengandung antioksidan ditambah dengan air jeruk nipis. Campuran keduanya kemudian digosok pada permukaan kulit bibir, dan dibiarkan selama 20 menit. Setelah itu, bibir dibilas dengan air hangat.

3. Keajaiban Air Teh
Sehabis melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, terkadang wajah terasa lengket dan letih. Untuk mengatasinya, dr. Amaranila Latita SpKK, menggunakan secangkir air teh yang mengandung antioksidan tinggi. Teh yang sudah diseduh dan didiamkan semalaman, digunakan untuk membasuh wajah di pagi hari sebelum mandi. Kulit wajah akan terasa kencang dan bersih kembali.

4. Untuk Relaksasi
Saat musim kemarau, kulit wajah akan terasa lembap dan sering berkeringat. Untuk menyegarkan wajahnya, dr. Irma Bernadette SpKK, menggunakan buah pepaya setiap 2 minggu sekali. Buah yang mengandung 80% air, gula, tartaric acid, citric acid, dan mukopolisakarida ini dapat memberikan efek dingin pada kulit wajah. Pepaya yang sudah dihancurkan, dioleskan ke permukaan wajah dan didiamkan selama 15-20 menit. Terakhir, bilas dengan air hangat.

Sudah siap berdandan ala para ahli? Tidak mahal dan cukup mudah bukan. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjadi bahan referensi bagi anda untuk selalu terlihat cantik.
selengkapnya...

Copyright © 2013 Vonny Kate: Kecantikan | www.bookie7.co